Tingginya minat baca anak turut memengaruhi tumbuh kembangnya lebih optimal, baik perkembangan otak maupun kecerdasan emosionalnya.
Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan skor membaca Indonesia mencapai 365 poin, naik 7 poin dibandingkan 2022. Namun, OECD mencatat kenaikan tersebut belum signifikan secara statistik. Hanya 27 persen siswa Indonesia usia 15 tahun yang mencapai Level 2 atau lebih dalam kecakapan. Walau begitu, pada tingkat ini, siswa setidaknya mampu menemukan gagasan utama dan memahami tujuan teks.
Data di atas menunjukkan bahwa penguatan literasi membutuhkan proses yang berkelanjutan. Kemampuan anak dalam memahami bacaan tidak terbentuk dalam waktu singkat ya Mams, tetapi dibangun melalui pembelajaran dan kebiasaan membaca yang terus dikembangkan sejak dini.
Upaya membangun kebiasaan tersebut juga membutuhkan akses terhadap bahan bacaan yang memadai. Mengajak Si Kecil ke perpustakaan, menyediakan buku-buku bacaan sesuai usia anak, atau hadir di Festival Literasi Anak bisa jadi beberapa cara yang dapat kita lakukan sebagai orangtua untuk mendukung minat baca anak.

Digelar untuk yang ketiga kalinya, CIA Fest 2026, Festival Literasi Anak Terbesar di Indonesia, tahun ini diadakan pada 2–4 Oktober 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Festival ini mengangkat tema “SUMATRA: Dari Anak untuk Anak”, dengan fokus pada Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara yang terdampak bencana pada akhir 2025. Harapannya, acara ini dapat membawa persoalan akses belajar anak terdampak bencana ke dalam ruang partisipasi anak.
Meski masa tanggap darurat berakhir, tidak serta-merta mengakhiri kebutuhan anak untuk belajar. Ketika kegiatan sekolah mulai kembali berjalan, buku dan bahan bacaan tetap menjadi bagian dari keberlanjutan proses belajar. Karena itu, dana yang terkumpul melalui rangkaian kegiatan ini akan dihimpun untuk menghadirkan Majalah CIA dan Majalah ISO bagi anak-anak usia TK hingga kelas 6 SD, yang tinggal di wilayah terdampak.

Semangat pemenuhan akses bacaan juga diwujudkan melalui Bazar Buku Rakyat (BBR) hasil kolaborasi dengan Taka Library, yang menyediakan ribuan buku anak dan keluarga dengan harga terjangkau. Di festival ini juga terdapat belasan perlombaan dan aktivitas literasi. Salah satunya adalah Lomba Debat yang menghadirkan Suharyanto Sumarto, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI; Totok Soefijanto, Ed.D., Rektor Institut Media Digital Emtek; serta Zuraida Hamdie, Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri, sebagai juri.
Selain itu ada Piknik Hanya Untuk Guru yang akan mempertemukan sekitar 300 guru dari wilayah Jabodetabek. Di sisi lain, sekitar 500 anak PAUD dari komunitas di Kawasan kampung nelayan Angke, Marunda, dan Cilincing turut mengikuti rangkaian kegiatan festival. Berbagai kegiatan di festival ini dirancang agar anak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat mengambil peran. Salah satunya melalui Poster Dari Anak untuk Anak, yang melibatkan sekitar 200 anak dari sekolah umum dan 100 anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk membuat karya sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak terdampak bencana di Sumatra yang akan dilelang untuk pengumpulan donasi.

Pembukaan festival ini juga ditandai dengan penyerahan 30.000 buku tulis yang akan disalurkan ke wilayah terdampak melalui Dinas Pendidikan setempat. Secara simbolis donasi diserahkan kepada perwakilan Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Dukungan ini diberikan oleh SiDU sebagai bagian dari kontribusi terhadap kebutuhan perlengkapan belajar anak di wilayah terdampak.
Turut hadir di acara ini, Endang Nugrahani, Bunda Literasi dan Bunda PAUD DKI Jakarta yang mengajak para orang tua dan guru untuk terus memberikan ruang bagi anak-anak agar membaca, bercerita, bertanya, berimajinasi, dan berkarya. “Jangan sampai membaca hanya dipandang sebagai kewajiban dan tugas sekolah semata. Mari kita jadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian anak-anak.”
Stefanie Augustin, Pendiri Majalah CIA turut menerangkan, “Ketika anak-anak terdampak bencana kehilangan sebagian akses belajarnya, memastikan mereka tetap memiliki bacaan adalah salah satu bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap keberlanjutan pendidikan mereka. Melalui CIA Fest, kami ingin menunjukkan bahwa anak pun dapat mengambil peran untuk membantu anak lainnya.”
Yuk Mams, ajak SI Kecil berkunjung ke Festival Literasi! Si Kecil berkesempatan menikmati puluhan acara di luar ruangan yang seru, asyik, menyenangkan, dan sarat makna. (Tammy Febriani/KR/Photo: Dok. TheSmartMamas, CIA)


